Kenapa Makan Ikan?

Kalau ada yang nanya lebih sering mana makan daging ayam atau daging ikan, aku yakin kebanyakan orang pasti menjawab daging ayam lebih sering untuk dikonsumsi. Terbukti, loh, sebagai seorang mahasiswa dan anak kosan, warung-warung makanan yang sering ramai dikunjungi mahasiswa-mahasiswi yang lagi kelaparan pasti menyediakan banyak sekali menu masakan dari daging ayam.

Ada ayam goreng tepung, ayam goreng biasa, ayam kremes, ayam bakar, ayam masak kecap, dan seterusnya. Lain halnya dengan masakan ikan, paling banter juga lele sama mujair goreng. Padahal, daging ikan itu mempunyai kandungan gizi yang lebih baik ketimbang daging ayam. Lebih ekonomis lagi.

Ikan merupakan salah satu bahan makanan yang paling mudah kita temui. Daging ikan segar bisa dengan mudah kita dapatkan di pasar tradisional, pedagang kaki lima di pinggir jalan, hingga tempat perbelanjaan mewah seperti supermarket pun menyediakan stok ikan segar yang bisa kita beli kapan saja kita perlukan. Selain itu, ikan juga merupakan bahan makanan yang kaya akan protein dan vitamin D. Tidak hanya itu saja, ikan juga merupakan sumber Omega-3 yang sangat bagus untuk menjaga kesehatan tubuh dan perkembangan otak.

Tapi, apakah manfaat ikan hanya sampai disitu saja? Berikut adalah beberapa manfaat luar biasa yang bisa kita dapatkan dari ikan.

Menurunkan Resiko Penyakit Jantung

Penyakit jantung dan stroke dianggap sebagai penyakit yang paling mematikan di dunia. Nah, ikan merupakan salah satu makanan yang bisa menjaga kesehatan jantung. Sudah banyak sekali penelitian yang menyatakan bahwa orang yang mengkonsumsi daging ikan secara teratur mempunyai resiko lebih kecil terkena sakit jantung dan stroke ketimbang orang yang jarang mengkonsumsi ikan.

Sebuah studi yang dilakukan oleh US National State Of Health dengan melibatkan lebih dari 40.000 ribu orang partisipan mendapati bahwa dengan mengkonsumi daging ikan sebanyak 1 kali atau lebih setiap minggunya mampu menurunkan resiko terkena penyakit jantung sebanyak 15 persen. Hal ini dikarenakan kandungan asam lemak omega-3 yang tinggi pada ikan dapat mengurangi tingkat kolesterol jahat dan meningkatkan kolesterol baik dalam darah.

Kaya Nutrisi Yang Penting Bagi Perkembangan Otak

Kenapa Makan Ikan Image Post

Dulu, waktu masih menimba ilmu di pesantren, aku punya teman -sebut saja Andi– yang berasal dari daerah pesisir pantai. Dia merupakan anak yang sangat pandai, mempunyai kemampuan menghafal yang kuat, serta gampang menyerap materi pelajaran yang diberikan oleh Ustadz. Menurut pengakuan Andi, ikan merupakan menu lauk-pauk utama yang rutin dikonsumsi keluarganya setiap hari. Nah, sebenernya kebiasaan Andi makan ikan ini berkaitan dengan kemampuan kognitifnya yang bisa dibilang diatas rata-rata.

Asam lemak omega-3, atau yang dalam bahasa ilmiahnya Docosahexaenoic Acid (DHA), yang banyak terkandung dalam daging ikan merupakan asam lemak esensial tak jenuh yang sangat diperlukan untuk perkembangan otak secara maksimal. Sebuah penelitian yang di-publish di mercola.com menyatakan bahwa anak yang mendapatkan asupan asam jenuh omega-3 yang tinggi dan teratur, cenderung memiliki IQ yang lebih tinggi dibandingkan anak yang hanya sesekali menerima asupan omega-3 atau tidak sama sekali. Nggak heran, kenapa temenku Andi, si penggemar ikan, dulu selalu berhasil menjadi juara kelas.

Memperlambat Kepikunan

Kenapa Makan Ikan Image Post 2

Kalau lagi bertamu ke rumah kakek-nenek, beliau cenderung lupa sama namaku dan adik-adikku. Hal ini sudah lumrah, toh, mengingat usia beliau yang sudah berada diatas 70 tahun. Tapi pernah nggak kalian bertanya-tanya, kenapa sih ingatan kakek-nenek tidak sekuat dulu saat masih muda?

Ini berkaitan dengan sel abu-abu otak atau grey matter. Sel abu-abu dalam otak merupakan lapisan tipis berwarna abu-abu yang terdiri dari 15-33 miliar sel neuron. Fungsi utama dari sel abu-abu tersebut adalah memproses informasi dan menyimpannya kedalam memori. Nah, sel abu-abu ini secara alamiah akan terus berkurang seiring dengan beranjaknya usia. Semakin tua, maka sel yang berperan penting dalam penyimpanan memori ini pun akan semakin berkurang. Makanya, ingatan kakek-nenek tidak sekuat ketika mereka masih muda dulu.

Akan tetapi, kepikunan dimasa tua bisa diperlambat apabila kita rajin mengkonsumsi daging ikan. Sebuah studi menunjukkan bahwa orang yang rajin memasukkan ikan kedalam menu makanannya setiap minggu mempunyai lebih banyak grey matter di bagian pusat otak mereka dibandingkan orang yang lebih sedikit mengkonsumsi ikan. Hal ini tidak hanya mampu membuat daya ingat lebih kuat di usia senja, tapi juga mampu memberikan kita kontrol emosi yang lebih baik, karena grey matter juga mempunyai peranan dalam pembentukan emosi manusia. Yuk, konsumsi ikan secara rutin biar nanti kita nggak mudah lupa nama cucu kita sendiri.

Makan Ikan Bikin Anti-Galau

Kenapa Makan Ikan Image Post 3

Serius, ini nggak becanda. Kalau kalian lagi depresi karena diputusin, cinta ditolak, skripsi disuruh revisi mulu, atau apapun masalah yang bikin kalian bad-mood, makan ikan bisa jadi solusinya.

Nggak percaya? Sama, awalnya aku juga nggak. Tapi sebuah studi di Amerika menemukan bahwa kandungan asam lemak omega-3 yang tinggi dalam ikan mampu meningkatkan kondisi psikologis seseorang. Selain itu omega-3 juga bisa dijadikan treatment bagi mereka yang mengalami gangguan bipolar, atau masalah psikologis lainnya. Ini artinya, dengan mengkonsumsi daging ikan secara rutin kita akan menjadi lebih kuat secara emosional dan nggak gampang bad-mood. Keren, kan?

Ikan yang selama ini jadi pilihan kedua setelah ayam, ternyata mempunyai manfaat yang sangat besar bagi kesehatan. Mulai dari menurunkan resiko penyakit kardiovaskular, mengoptimalkan pertumbuhan otak, memperlambat kepikunan, hingga meningkatkan kondisi psikis bisa kita dapatkan dari mengkonsumsi ikan secara rutin. Selain itu, harga daging ikan yang cenderung lebih murah ketimbang daging ayam bisa menjadi solusi bagi anak-anak kos ataupun ibu rumah tangga yang ingin tetap menghadirkan menu sehat tiap harinya dengan biaya yang lebih bersahabat.

Ah, sudah waktunya makan malam, beli ikan apa, ya?

Advertisements

2 Comments

  1. Nah, aku rasa ini cocok buat kamu banget. Haha. Cocok juga buat aku yang sukanya lupa. Sepertinya kebanyakan makan ayam kali yaa.

Let's Discuss!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s