Kok, Malang Panas?

Beberapa tahun terakhir, Malang udah nggak sesejuk dulu lagi. Pertama kali menginjakkan kaki di kota yang dianggap sebagai Bandungnya Jawa Timur ini pada tahun 2010 silam, hawa malang masih sejuk cenderung dingin. Jalan kemana aja dijamin baju nggak bakalan bau keringat. Bahkan, siang bolong pun temperatur kamar kost-ku di daerah Sengkaling masih sekitaran 22-23 derajat celcius. Sebagai pendatang dari daerah Kalimantan yang deket sama garis khatulistiwa, Malang itu udah berasa kayak di surga. Tapi semuanya berubah setelah negara api menyerang.

Sekarang, julukan Malang sebagai kota bunga berhawa sejuk kayaknya udah nggak relevan lagi. Kota yang dulu mengharuskanku buat beli banyak sweater dan jaket sekarang sudah hampir sepanas Banjarmasin. Hampir, loh, belum sama panasnya. Kalo dulunya jalan-jalan ke Alun-Alun Kota itu nggak bakalan bikin kulit gosong dan keringetan, sekarang jalan dari kost ke kampus aja badan udah basah kuyup mandi keringat. Deodoran pun jadi cepet habis, karena sering banget dipake. Apa yang terjadi dengan dirimu, Malang?

Setelah browsing-browsing, baca-baca, akhirnya aku nemu penyebab kenapa temperatur Malang jadi naik beberapa tahun terakhir. Salah satunya adalah karena peningkatan efek rumah kaca. Yang aku baca dari situs berita suryamalang.comhal ini disebabkan karena emisi gas buang kendaraan pribadi di Malang yang buruk.

Nah, tuh, bagi pemilik kendaraan bermotor, jangan males-males buat nyervis kendaraanya secara berkala, biar gas buang yang dikeluarkan nggak bikin sejuknya kota Malang jadi tinggal kenangan. Belum lagi anak-anak alay yang suka banget ganti knalpot standar, yang udah lolos uji emisi dan lain-lain, sama knalpot yang bunyinya sumbang dan bikin kuping sakit. Udah bikin kesel, ngerusak lingkungan lagi.

Penyebab lain dari panasnya kota Malang adalah karena pemerintah kota yang nanem pohon sawit di trotoar, seperti yang ditulis oleh sesama mahasiswa Malang, agan Fachrur Rozi Nasution. Sebenernya, dari dulu aku selalu bertanya-tanya, kenapa sih trotoar di Indonesia itu ditanemin pohon-pohon? Padahal, kalo pohonya udah gede, akarnya akan menyembul keluar dan bikin trotoar jadi retak dan pecah.

Ganggu kenyamanan pejalan kaki, kan? Kalo emang tujuannya untuk meningkatkan kualitas udara di daerah perkotaan, kenapa nggak bikin green belt aja kayak di negara-negara sebelah. Belum lagi kalo pohon yang ditanem adalah jenis pohon sawit yang notabene bisa meningkatkan suhu bumi karena tiap harinya menyerap cadangan air tanah yang nggak sedikit. Bukannya bikin sejuk, malah bikin gersang.

Sebagai seseorang yang tinggal di kota Malang bertahun-tahun, aku pengen banget Malang kembali sejuk seperti saat aku pertama kali kenal dengan Kota Bunga ini. Malang itu adalah kota hebat yang dipenuhi dengan tempat-tempat pariwisata dan kuliner yang nggak boleh dilewatkan, sayang banget kalo turis asing maupun domestik jadi males ke Malang karena ngerasa nggak nyaman sama kondisi kotanya yang udah nggak selaras dengan julukan, “daerah pegunungan nan sejuk”, yang sering di gembar-gemborkan di majalah-majalah travelling.

Yuk, kita cegah Malang mengalami kerusakan lingkungan yang lebih parah dengan rajin-rajin memantau kondisi kendaraan bermotor pribadi kita agar segarnya menghirup udara Malang nggak jadi sejarah manis belaka. Penanaman pohon sawit di daerah kota juga mesti di hentikan, supaya debit air tanah di kota Malang tidak semakin berkurang dan tanahnya tidak semakin menjadi gersang.

Advertisements

8 Comments

  1. Malang sudah jadi destinasi wisata bagi warga sekitar. Sehingga volume kendaraan di jalan-jalan kota malang semakin padat dan macet, dan udara makin panas, begitu juga dgn kota batu.

    1. Betul, gan. Memang sih itu konsekuensi yang nggak bisa dihindari kalo tinggal di daerah yang jadi tujuan wisata, tapi sayangnya counteract dari pihak terkait untuk meminimalisir efek buruk kendaraan bermotor masih kurang, gan.

Let's Discuss!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s