Penunggu Kantor

Aku bukanlah orang yang mudah percaya sama hal-hal berbau mistis. Kalo diceritain pengalaman temen-temen yang bersentuhan sama yang ghaib-ghaib, respon pertamaku pasti, “ah, masa iya?”. Tapi itu semua berubah, sejak Hida ngajakin aku ke kantornya pagi ini. Berhubung kantornya itu di daerah perumahan yang banyak kios jajannya dan bos-nya lagi pada keluar kota, aku iyain aja.

Lagian, hari ini jadwal kuliah sore. Daripada di kosan sendirian, mending ke kantor Hida. Bisa wifi-an gratis, plus siang dapet jatah makan.

“Eh, Bay. Temenin aku ke lantai atas dong”, ujar Hida.

“Kenapa, emang? Sendirian aja sono”, jawabku sambil terus asyik streaming Akibaranger di Youtube.

“Bentar aja, please. Di atas itu angker, ada penunggunya”, ujarnya lagi.

“Ah, masa iya?”, mataku masih terpaku di depan layar laptop, sambil tertawa cekikikan liat Akibared dihajar sama Malseena.

“Iya, bener! Udah banyak yang digangguin! Temenin sini makanya”, pinta Hida sambil menarik lengan bajuku. Aku ngalah, daripada entar dia marah-marah. Lagian aku juga penasaran, emang seangker apa sih lantai dua kantor ini?

Nggak serem, ternyata! Ruangan atas disini bersih, semua furniture kantor seperti meja, kursi, dan lain-lain tertata dengan baik dan rapi. Cahaya dan udara dari luar juga dengan mudah masuk lewat jendela. Beda banget sama definisi tipikal tempat seram yang gelap, kotor, pengap, dan tidak terawat.

“Angker apaan? Orang tempatnya enak begini. Setan juga gak betah kali tinggal ditempat yang terang begini”, ujarku protes.

“Ya, elah. Setan juga udah sadar zaman kali. Sekarang tuh setan nongkrongnya di tempat-tempat yang enak, yang bersih, yang ber-AC”, balas Hida sambil sibuk ngambil map-map warna-warni.

“Itu mah kamunya aja yang penakut”, jawabku sedikit kesal.

“Dasar! Belum pernah digangguin sih, makanya sombong!”, ujarnya sambil berlalu turun ke lantai bawah.

Aku kok jadi penasaran, masa iya setan juga suka nungguin tempat sekece ini? Bukannya dulu suka dibilangin sama orang-orang tua kalo tempat yang kotor dan bau itu yang disenengin sama makhluk halus? Karena rasa ingin tahu dan pengen sok-sokan tampil berani di depan Hida, aku putuskan buat leyeh-leyeh di lantai atas.

“Hid, aku internetan di atas aja, ya? Enak sejuk”, ujarku sambil ngangkut laptop.

“Eh, serius? Entar kamu digangguin”, Hida ngingetin.

“Siang-siang gini, mana ada setan. Lagian kalo kita nggak ngeganggu, setannya juga bakalan cuek-cuek aja”, balasku dengan gaya yang di-sok keren-kerenin.

Streaming Youtube di lantai atas ternyata enak juga. Selain ruangannya bersih, ada sofa gede yang empuk yang enak buat rebahan tengkurep sambil nonton. Aku lanjutin nonton Akibaranger, tanpa ada perasaan takut sedikitpun.

Set.

Lah, apaan tuh? Kayak ada yang nyolek. Ah, perasaan aja kali.

Set.

Kok, ada lagi? Klo cuman sugesti doang nggak mungkin dua kali, kan?

Set.

Tiga kali, dan ini tandanya aku harus lari! Dengan tergesa-gesa, ku cabut charger laptop di stop kontak deket sofa, gelas minum yang jatuh ku senggol pun nggak aku hiraukan. Yang penting, nyari keberadaan manusia lain! Dan manusia yang paling dekat adalah Hida di lantai bawah!

“Nah, baru tau rasa. Ku bilang juga apa. Di atas itu, emang yang nunggu suka jail. Hampir semuanya di kantor ini pernah dijailin”, ujarnya sambil terus ngetik laporan.

“Aku baru kali ini, loh, ngalamin yang beginian. Itu yang nungguin melakukan pola hidup sehat kali, ya. Malam tidur, terus siangya bangun sambil gangguin orang”, ujarku sambil menahan malu, bulu kudukku masih berdiri. Takut.

Kantor ini butuh dipanggilin tim ruqyah atau diadain pengajian. Horor banget, kalo misalnya asyik-asyik kerja, ada yang towel-towel kayak tadi lagi. Begh, tidak kuat abang. Matahari terang aja ada yang ngegodain, apalagi malamnya. Jangan-jangan, kayak di film The Conjuring.

Advertisements

2 Comments

Let's Discuss!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s