Suka Duka Kuliah Di UMM

Aku adalah mahasiswa semester tua banget, bisa dibilang sesepuh kampus, yang sekarang lagi berjuang nyelesein skripsi di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan jurusan Bahasa Inggris di Universitas Muhammadiyah Malang. Di Malang, UMM itu dikenal dengan julukan kampus putih, karena semua bangunannya dominan berwarna putih. Selama sekian tahun kuliah di UMM, banyak banget hal-hal yang bikin seneng dan bikin pede kalo nunjukin identitasku sebagai seorang mahasiswa kampus putih. Tapi, hal-hal yang ngeselin juga banyak.

Yang paling nyenengin dan bikin bangga kuliah di UMM itu:

Jas Almamaternya Yang Keren!

Pas ngedaftar jadi maba disini, aku terperangah sama kecenya kakak-kakak senior ber-almamater merah nge-jreng dengan kemeja dan celana putih. Selain stand out diantara almamater kampus lain yang kebanyakan memakai warna gelap, kombinasi jas merah dan seragam putih juga bikin kamu ngerasa orang Indonesia banget. Meskipun, ada yang nyelutuk kalo dilihat sekilas kayak anak SD yang pake seragam kebalik.

International Students

Mahasiswa Luar Negri UMM

Kalo ke UMM, pemandangan bule-bule seliweran keluar-masuk kelas itu adalah hal yang biasa. Ada yang dari Australia, Amerika, Perancis, Nigeria, dan lain-lain. Menyenangkan sekali berkenalan dengan mahasiswa/mahasiswi asing. Selain bikin derajat sosial naik karena punya temen dari luar Indonesia, selalu mengasyikkan mendengarkan cerita mereka tentang negara asal mereka dan bagaimana proses adaptasi mereka di Indonesia.

Masjid Kampus Yang Luas Dan Megah

Masjid Ar-Fachrudin

Di UMM, masjid kampusnya diberi nama A. R. Fachrudin. Bisa dibilang masjid adalah salah satu bangunan sentral di area komplek kampus. Nggak banyak loh, kampus-kampus lain yang menjadikan masjid sebagai salah satu bangunan utamanya. Masjid di UMM bukan hanya sebagai pusat kegiatan keagamaan, tapi juga tempat diadakannya kegiatan belajar-mengajar. Ditambah lagi areal masjid yang luas dan bersih, membuat siapapun betah berlama-lama disana.

Nah, kalo yang bikin sebel itu:

Website Kampus Yang Tidak Dimanfaatkan

Website resmi UMM beralamat di umm.ac.id. Seharusnya sih, website ini bisa jadi media yang bikin mahasiswa-mahasiswa kampus putih merasa sangat terbantu, sayangnya situs resmi ini kurang memberikan informasi penting, tidak user-friendly, dan tidak responsif. Banyak menu-menu di website kampus yang kosong dan tidak di-update.

Bayangkan, berapa tenaga, waktu, kertas, dan tinta yang bisa dihemat kalau saja informasi-informasi krusial seperti jadwal mata kuliah, profil dosen-dosen, informasi pembayaran Her-registrasi dan SPP di posting secara berkala di website ini. Mahasiswa nggak perlu capek-capek berdesak-desakan di depan mading kantor jurusan cuman buat ngecek jadwal kuliah, mahasiswa juga nggak perlu sibuk-sibuk tanya kesana-kemari buat nyari tau kapan tenggat waktu KRS dan bayar SPP.

Lift

GKB 1 UMM

Gedung Kuliah Bersama 1 di UMM itu tinggi banget, 6 lantai. Menyadari betapa capeknya kalo mesti turun-naik tangga, pihak kampus menyediakan fasilitas lift bagi dosen dan mahasiswa. Keren, kan? Nggak banyak kampus di Malang yang menyediakan fasilitas seperti ini. Sayangnya, ada beberapa lantai yang tombol lift-nya rusak. Belum lagi problematika lift mati yang nggak cuman sekali-dua kali.

Staff Kantor Jurusan

Tanpa rasa ingin mendikte, menjelekkan, dan men-generalisasikan semua staff terhormat di kantor jurusan manapun di UMM, pelayanan di kantor jurusan Bahasa Inggris memang dirasai kurang bersahabat. Ada beberapa staff yang selalu terlihat bermuka masam, bersikap ketus, dan kadang agak merendahkan.

Mungkin sikap-sikap seperti ini merupakan treatment tidak langsung dari pihak kajur untuk mengembleng mental mahasiswa-mahasiswinya agar tahan banting. Tapi jujur saja, hasilnya jauh dari yang diharapkan. Tidak sedikit loh, mahasiswa yang akhirnya jadi kesel dan sakit hati gara-gara pelayanan di kajur. Akhirnya mereka jadi ogah-ogahan ke kampus kalo ada urusan yang mengharuskan mereka untuk ke kajur.

Seharusnya, kantor jurusan itu jadi sentral informasi mahasiswa yang ingin tahu tentang kebijakan fakultas yang baru, prosedur buat ketemu dosen pembimbing, informasi administrasi, dan lain-lain. Kalau staff-staffnya aja bikin semangat runtuh, gimana mau jadi mahasiswa yang update sama seluk-beluk kampus?

Seperti semua yang ada di dunia ini, kuliah di UMM juga ada point positif dan negatifnya. Beberapa semester terakhir, banyak kemajuan yang dicapai kampus putih, loh. Mulai dari taman kampus yang semakin asri dan nyaman, akses sepeda gratis di wilayah kampus bagi mahasiswa, sampai dibangunnya jalan besar yang langsung terhubung ke jalan raya Tlogomas. Semoga saja Universitas Muhammadiyah Malang konsisten dalam memperbaiki kekurangan yang ada, dan meningkatkan kualitas pelayanan yang sudah baik. I love UMM!

Advertisements

Let's Discuss!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s